Selasa, 14 Desember 2010
Mengenalmu
Berbagi simpan yang seharusnya kita diam
Dan menyulam awal ikatan ketentuan akhir
Menahan ombak yang datang sesaat
Apakah hanya aku?
Sedang kau diam termangu kawan?
Belajar untuk hidup nyata
"Kita hanya pengelana yang tersesat," kau bilang
Tapi aku bingung berkata "tidak padamu"
Kini aku yang datang malam ini
menunggu dirimu tertidur
Perlahan menceritakan hal menarik tentang hidup
Kita berbeda dalam senada
Kecuali putih yang kau anggap cinta
10 Desember 2010
Perkenalan
Kau tahu aku
Bukan Berarti aku ini satu
Aku bisa dua atau tiga atau semauku
Namun kau dan mereka tahu aku ini sayapmu
Jika aku sayap, apa masih bersedia?
Karena aku bebas, merdeka dari belenggu
Maka ku ajak kau untuk bergerak menikmati alam sebelum nanti
Sebelum kau dan aku melupakan hari ini dan semua tatapan kita
Tapi kita masih disini kawanku
Berdiskusi tentang cinta dan masa depan yang terlampau gelap kita ketahui
Hanya berbagi sepi agar merasa ditemani
Bersandar penat seakan kita saling mencintai diam
Berharap?
Bukan! Kau tegas
Kataku,"Tetaplah seperti ini.."
13 Desember 2010
23:03
Rabu, 17 November 2010
Percayakan
Perlahan hampa mendekati mesra
Malam ini kudengar kau berbisik
Menyanggupi menjagaku walau bersemu
Kita t'lah tertulis untuk meresapi air dingin ini
Semua itu demi terang hangat nanti
Suatu ketika dimana kita tegak berdiri
Di tengah taman edelweiss berada
Percayakan
Kita t'lah menanamkan semua
Bersandarlah
Kita kan mendapatkan semua
Dengarkan
Perlahan yang kadang kau coba agar bernada
Kudengar sambil terpejam
Mengapa tetap detakmu yang ku dengar?
Ku panggil kau dari seberang
Kenapa kau tetap asik dengan dawaimu?
Aku hanya bisa duduk melihat kemudian terpejam
Mendengar sekali lagi alunan lentiknya jarimu
Letih
Lalu marah
Dan berbalik ingin bersandar
Emosi yang hadir dalam isyaratmu
Apa aku benar?
Ataukah sebuah kenistaan hati ini saja?
Ku telah selesai mendengar lagumu
Sekarang dengarlah aku.
Catatan Monolog
Bersikap sama berbeda untuknya
membuatku buruk dalam kabaret ini
ya..begitu buruk
Berjalan terhanyut alur sendiri meski ramai di sekeliling
Dan mulailah melodramatismu
Dengan bermonolog di depan cermin yang retak
Seakan peduli lalu meludahi aku
Sampai saat nanti lebih baik bernarasi, walau setitikpun tak kau resapi
Hingga berulang kembali melodramatismu
Berteriak seolah tak menerima
Membicarakan perbedaan aku yang hina dan kau yang memang terlampau suci
Minggu, 24 Oktober 2010
Selembut Senja
Setiap kata itu tulisan inginmu, tak peduli menyakitkan atau membuatmu lapang
Semuanya kini terjalani cukup sederhana, hingga akhirnya kau tahu apa itu bayangmu, apa itu penuntunmu.
sampai kapan atau hari manakah saat-saat kau berdiri tegak tersenyum?
menghirup lepas udara bebas seperti merpati terbang di atas pelataran sebuah pesta penuh tawa.
perlahan menggenggam tanganku, memberikankan setiap desir hangat dalam dirimu dan berkata,"senja ini indah"
aku mengenalmu kemarin pagi, tapi telah membuatku mengerti.
setiap uraian kata-katamu, berbeda membedakan,
lebih indah dari semua sastra yang pernah ditulis,
sangat syahdu melebihi lagu penuh arti.
Selembut senja yang pernah ada.
untukmu yang selalu ada.
Minggu, 18 Juli 2010
Palsu
Pusing ku harus apa
Tahukah kau?
aku ini hina
Seraut wajah teduh terlihat
Dibelakangmu ku badai
Badai yang mungkin menerkam..
Menghancurkanmu.
Ku teriak bukan!
Hanya aku
Bukan kamu
Yang palsu..
Jadikanlah aku menjadi nyata
Tak perlu harapan
Tak perlu ucapan
Hanya kamu
Jadikanlah aku..
Menjadi milikmu
Menjadi nyata
Bukan palsu..